![]() |
nasib Pillow Talk, akibat ulah tikus jahanam .. :(( |
Judul : Pillow Talk
Pengarang
: Christian
Simamora
Penerbit
: Gagas Media
Tebal
: 459 halaman
ISBN
: 978-979-78-0393-3
Secara ga sengaja juga, buku ini ketemu lagi, setelah sekian
lama hilang dari pandangan mata. Tepatnya, Sabtu, 6juli2013, lalu, saya
berkunjung ke rumah orang tua, sambil iseng lihat buku-buku yang sudah lama
dianggurin, eehh nemu deh buku ini. Awalnya sempat kesal, karena bagian
bawahnya ternyata dipipisin sama tikus. Justru itulah yang bikin saya penasaran
baca bukunya sebelum bukunya jadi makin parah rusaknya.
![]() |
tumpukan buku yang harus segera pindah lemari |
Well, kita bahas dulu dari cover nya.
Pillow Talks, dengan cover yang sederhana, tapi cukup mampu
menarik perhatian saya waktu itu. Ya, khas dari penerbit Gagas Media memang
selalu menerbitkan buku-buku dengan cover selalu yang eye catchy.
Sekarang isinya.
Buku ini bercerita tentang bagaimana persahabatan berubah
menjadi cinta. Standard memang.
Bahasanya sangat ringan, konflik nya juga ringan banget. Seperti
kebanyakan cerita nyata juga, kalau terkadang, persahabatan bisa berubah
menjadi cinta sepasang kekasih. Begitu juga yang dialami oleh Jo dan Emi (tokoh
utama dalam novel ini). Ternyata mereka telah memendam rasa suka, sejak dulu
mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Sampai akhirnya mereka tumbuh
dewasa, rasa itu ga hilang dari mereka. Kedekatan mereka yang boleh dibilang
kadang menjadi batu sandungan bagi pasangan masing-masing. Oiya, mereka sendiri
sebenarnya memiliki pasangan loh. Namun jauh di lubuk hati Jo dan Emi,
sebenarnya merka saling cemburu terhadap pasangan masing-masing.
Buku ini bercerita sangat simpel dan sederhana. Penuturan bahasa
nya pun sangat sederhana. Mungkin inilah buku yang durasinya paling cepat saya
baca, sampai halaman terkahirnya. Ga butuh
sehari looh. Mungkin karena cerita dan bahasanya yang simple. Sebenarnya dari
awal, saya sudah bisa menduga bagaimana akhir dari kisah Jo dan Emi. Hanya saya
penasaran, seperti apa, konflik yang terjadi diantara mereka, jadi saya lahap
habis semua lembarannya.
Penuturannya juga sangat simple. Di beberapa bab, ada
terselip sedikit bagian sex. Hanya sedikit memang. Dan ada satu bagian yang lost, di kala Emi datang untuk
dikenalkan dengan ibunya Dimas, sebagai calon istri, tapi ternyata, ibunya
Dimas memiliki wanita lain, sebagai calon istri anaknya kelak. Saat itu, Emi
merasa hancur, dia menghubungi Jo, yang sedang pedekate dengan Feli, sepupu
Ajeng (teman dan rekan Emi), setelah itu lost
aja gitu. Apa yang Jo katakan pada Emi saat itu, jadi seolah di skip. Karena pemaparan
setelahnya, justru tentang bagaimana Emi memiliki hubungan One Night Stand dengan
pria yang belum dikenalnya. Sangat tidak nyambung menurut saya. Ada beberapa
bagian, yang seingat saya juga, seolah-olah ga nyambung dengan yang sebelumnya.
Karakter-karakter dalam novel ini juga,sangat simpel, tidak
ada tokoh yang antagonis misalnya, yang menjadi pengganggu hubungan antara Jo
dan Emi. Justru masalah timbul dari diri mereka sendiri. Sesuai dengan temanya
yaitu novel dewasa, jadi terselip adegan-adegan dewasa juga di dalamnya. Ceritanya
yang ringan mampu membuat saya ingin tau bagaimana kelanjutan kisahnya.
Sebagai buku Christian Simamora pertama yang saya baca, buku
ini kurang sukses, membuat saya terkesan dan bilang woooww. Terlalu biasa.
Perjalan persahabatan yang berubah menjadi perasaan cinta.
Sorry to say, tapi saya ga bisa kasih bintang banyak untuk
rating buku bacaan saya, cukup 2.5 bintang aja kali ini.
But eniwey, itu penilaian secara subjectif yaa. Mungkin ada
yang suka juga cerita di dalam buku ini. Karena ini semua hanyalah masalah
selera. Hehehehe...
See you,
Els
Tidak ada komentar:
Posting Komentar