Pages

Kamis, 27 Juni 2013

Buku baru di bulan Juni

Aloohaaaa..

Ini dia penampakan buku baru di bulan Juni kali ini



Mereka adalah :

1. Mr. McGinty is Dead >> alasan beli, waktu lag iiseng belanja bulanan ke carefour (gapapa ya sebut merk), tanpa disengaja mampir ke counter buku, dan ga ada alasan lain, selain mau nostalgia sama Agatha Christie, karena sudah lama ngga baca bukunya Agatha Christie, trus buku ini pun lagi diskon. Sepertinya alasan kedua yang paling masuk akal yaa, hihihihi.
2. I did (but I wouldn't now) >> alasan beli: covernya bagus,unik, trus ada kata-kata dibagian bawah cover depan buku, ada tulisan, dari penulis I do. Nah itu dia yang bikin saya tertarik untuk bawa pulang. Awalnya penasaran sama buku I do, tapi berhubung stock nya habis, jadinya ini dulu deh. Perkembangan baca, baru masuk bab ke-4.
3. Refrain >> alasan beli: penasaran sama ceritanya, karena sewaktu nonton film Man of Steel, film Refrain yang diangkat dari buku yang berjudul sama ini jadi iklan pembuka. Tertarik karena sepertinya bagus, tapi saya termasuk orang yang mau baca buku nya dulu sebelum nonton filmnya.
4. Melbourne >> alasan beli : beli secara online @bukubukularis, kebeneran banget lagi ada diskon, dan sering lihat review dari beberapa readers dan juga blogger, kalau buku ini bagus.


So, kita lihat, berapa lama ya kira-kira saya bisa melahap buku-buyku ituuuh.

Wish me luck yoo...





Aku >>> Saya




Hai….. haiii….

Sebenernya ga ada apa-apa koq, cuman mau kasih pengumuman yang gak terlalu penting, tapi dirasa cukup penting juga, jadi ga ada dirasa kejanggalan, sepele doang koq, ibarat kata cuman numpang lewat.
Jadi mulai postingan kali ini dan seterusnya, pojokan-el.blogspot.com, akan menggunanakan panggilan saya, menggantikan panggilan aku, yang selama ini digunakan dalam postingan di blog.
Alasannya adalah : ya ngga ada sih, cuman lebih enak aja dipakainya… =))

Sekian ya announcement nyang cuman numpang lewat ini, hihihihi…..

Salam iseng, 

xoxo

Kapan dan dimana enaknya baca buku ?



Hemm,,,,

Sekilas kemaren mengintip rak buku, dan wooww, hasilnyaaa …
Itu buku banyak banget yang belum dibaca, bahkan ada yang cuman dibuka aja segelnya, dan ada juga paket buku yang masih rapi di segelnya.

Walaupun situasinya kayak gitu, tapi koq yaa naluri untuk membeli buku baru, masih aja belum berkurang. Semisal, lagi mampir ke Gramedia, niatnya ya cuman cuci mata aja, tapi ga taunya , ada aja buku yang minta ikut dibawa pulang. Alhasil, tumpukan buku pun tambah menggunung… Hiksss…

Biasanya kalau mau beli buku, aku pasti bilang dulu, entah ke teman, adik, bahkan pak suami. Kebanyakan dari mereka sih bilang, habisin dulu buku yang udah ada. Heheheh, tapi, aku sendiri ga tega sodara-sodara, melihat cover-cover buku yang menarik perhatianku, cuman bisa aku lihat dari jauh aja, maksutnya ga bisa pegang dan ga bisa punya. Dan rasanya tuh, saat tuh buku udha jadi milik, rasanya tuuhh, gimana yaa, senang tak terkiraaa….

Bad habit memang. Yaaaa…dan saya pun menyadarinya.

Sambil tetap berjanji dalam hati, semua buku itu pasti habis kubaca, walaupun dalam waktu yang entah berapa lama, bisa seminggu (kayaknya ga mungkin deh), sebulan (ini juga kayaknya ga mungkin), setahun (ini bisa jadi, kemungkinan yaa..)

Nah, setelah berintro-intro ria, sesuai dengan janji saya, akan menghabiskan setiap buku yang sudah saya punya, maka kayaknya perlu diatur trik-trik dan strategi jitu, supaya bisa sesuai rencana.
Kapan waktu yang tepat untuk membaca ? Dimana tempat yang tepat untuk membaca ?
Heeeemm, kalau menurut saya, membaca bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tergantung dari niat pelakunya… (looh, jadi mirip bang napi…)

Mari kita kupas satu persatu :

Berhubung aku adalah seorang wanita pekerja dan waktu yang ada lebih banyak dihabiskan di tempat kerja, maka kemungkinan terbesar adalah bisa dilakukan di tempat kerja. Tapi ga enaknya, aku ga punya ruang khusus, ruang pribadi, dimana aku bisa asik membaca (ya kan ga enak juga, kalau yang lain sibuk bekerja, sementara saya sibuk membaca).  Jadi, di sini diperlukan waktu khusus dan tempat khusus juga. Bisa dilakukukan di meja kerja, hehehe, kalau ini emang murni colongan waktu, ya ambil aja 30 menit, itung-itung kan bisa hilangin kepenatan saat kerja. Tapi ga nanggung yaa, kalau-kalau ceritanya tuh seru dan bikin kita penasaran, sampai lupa waktu. Yang ada malah jadi baca buku, bukannya kerja, hihihihi…

Dan bisa juga dilakukan di toilet wanita tempat saya bekerja, hihihihii… Sungguhan loh, ini seriius. Aku ini termasuk orang yang menikmati buku saat sedang melakukan ritual baca. Tempatnya kering, ga becek, ga bau juga, bersih, nyaman, bahkan kalau mau tiduran di toilet ini pun bisa, ga ada yang larang, tapi ya ga nanggung juga ya, kalau ada yang udah ga tahan atau yang sebelah sedang khusuk menjalankan ritualnya. Tips nya, bisa bawa handphone, atau mp3, atau ipod, sama earphone jangan lupa, biar tambah asik lagi bacanya. Oiya, kalau perlu, minyak angin, ya untuk jaga-jaga aja, barangkali ada bau-bauan yang kurang sedap. Lihat waktu dan kondisi juga yaa, kalau keadaan ramai, saran aku sih, cari waktu yang lain. Kira-kira waktu yang diperlukan untuk membaca di toilet kantor adalah sekitar 30 menit. Boleh lebih, boleh juga kurang. Lumayan toohh untuk ukuran wanita bekerja, khususnya saya. 
kira-kira seperti ini, hehehehe...

 
(Source http://www.last.fm/group)


Waktu dan tempat yang sangat memungkinkan lagi adalah di rumah sendiri, pada malam hari, saat semua pekerjaan harian sudah beres. Nah, kalau ini bisa lebih panjang lagi waktunya. Cuman kendalanya adalah, kadang tidak bisa konsentrasi juga, karena ada suara tv (pak suami sangat senang menonton) dan kendala utama adalah gadget. Hehehehe, biasanya buku kalah sama gadget yang ada. Sambil rebahan bisa main gadget, ga bakal ngantuk, tapi kalau sambil rebahan sambil baca , tantangannya adalah cepat ngantuk. Hehehehehe, maaf ya buku.

Saat weekend adalah waktu yang sangat panjang untuk membaca. Tapi sama seperti di atas, kendalanya lebih banyak lagi. Selain tv, gadget, dan rebahan tadi, kendala lainnya adalah jalan-jalan, biasa nge-moll atau melakukan kunjungan keluarga (maklum saya udah berkeluarga). Jadi kemungkinan panjang nya pun menjadi sama pendeknya dengan waktu dan tempat yang sudah dipertegas sebelumnya.
Ada lagi waktu yang belum di sebut. Di dalam perjalanan sebenarnya juga bisa dilakukan, karena banyak juga yang bisa membaca pada saat dalam perjalan. Tapi untuk saya pribadi, saya ga bisa menikmati buku saat berada dalam kendaraan. Alasannya adalah pusing, entah kenapa, kalau dalam perjalanan itu, pandangan harus lurus ke depan, bukan ke bawah, bukan ke buku. Alasan kedua, yaitu, sayaa ikut pak suami naik motor, jadi ya terang aja ga bisa baca buku, kalau sedang ada di motor. Sekali lagi, buku-buku ku, kamu kalah oleh kendaraan dan perjalanan.

Harapan ku, inigin sekali punya waktu dan ruang yang lebih banyak lagi bersama buku. Isitlah kerennya mungkin addicted to books. Begitulah. Entah mengapa, dulu saya punya banyak sekali waktu dan ruang bersama buku, tapi makin kesini, seiring bertambahnya usia, dan juga kecanggihan teknologi, waktu dan ruang itu pun semakin sempit.  

mau banget punya pojokan kayak gini di rumah (source ; pinterest)


Semangat terus ya buku ku. Uuppss salah. Harusnya aku yang harus terus semangat.

Kita akan lihat, bagaimana perkembangan hubungan ku dengan buku. Semoga semakin baik di kemudian hari…. Amin.



Salam dari buku-buku di lemari, 

xoxo

Selasa, 25 Juni 2013

For One More Day by author Mitch Albom

 Buku karangan Mitch Albom ini akhirnya bisa aku selesaikan sampai halaman terakhir… yipiiieee… 
Walaupun, butuh waktu sekitar 2 mingguan buat baca sampe habis, bukannya kenapa2 sebenarnya, tapi karna belakangan ini, kerjaan di kantor sangat amat mebludak, jadi baca nya pun nyicil2 seiprit, itu pun terkadang nyolong waktu baca, saat pupup, (hihihihi, maaf ya agak vulgar). Tapi beneran loh, tempat nyaman untuk baca kali ini adalah di toilet kantor ku, tempat nya bersih, trus tenang bgt (waktu yang ku pilih juga memang pada saat sepi), dan ga jorok dan ga bau seperti yang ada di bayangan kalian. Dan pada saat baca di toilet, halaman yang habis kubaca juga, juga banyak, heheheh, lumayan banget kaan... :-)

Well eniwey, pertama dapat referensi buku ini, secara ga sengaja, lihat di social media (lagi-lagi twitter), tentang buku ini, kalau ngga salah, saat @gramedia-online posting, kalau cover terbarunya sudah keluar, ya pokoknya semacam gitu deh. Langsung dong, naluri sebagai pemburu buku ku tergerak dan menurut ku ga perlu di ragukan lagi, kalau tulisan Mitch Albom sudah pasti layak untuk dinikmati. Dan langsung lah, meluncur ke toko buku Gramedia Matraman, bawa pulang si For One More Day. Senaanggg… tapi ya gitu, belinya kapan, baca nya kapan (bad habit) Mungkin emang ini udah terlambat yaa, secara buku yang ini udah masuk cetakan ke-3, tapi gapapalah, daripada ga sama sekali.

Sekarang, mari kita bahas sedikit tentang content ceritanya.

Dilihat dari cover (ed. paling baru), covernya menceritakan banyak hal, seorang anak yang sedang bermain2 kecil dengan ibunya. Saat itu aku langsung menilai, pasti ceritanya bagus dan pasti sedih juga, karena biasanya kisah tentang seorang ibu pasti bisa membuatku meneteskan airmata. Dan benar terjadi sodara-sodaraaa…. Ditengah2 jam kerja sambil nyolong-nyolong membaca, air mata itu pun mengalir sangat derasnya. *agak lebay sedikit, eh tapi bener loh, nangis beneran.

Pernahkah kalian kehilangan orang yang sangat kalian sayangi ? Pernahkah kalian ingin bisa bertemu kembali dengan orang tersebut, bercakap-cakap dengannya, menjalani suatu cerita bersama ? Pernahkah kalian berharap mendapatkan satu waktu lagi kesempatan untuk memperbaiki segalanya, memperbaiki hubunganmu dengannnya, memperbaiki keadaan saat kalian masih bersama, sehingga penyesalan itu tidak akan pernah terjadi? Aku pernah. Sangat pernah. Tepat sekali membaca buku ini, menjelang 2 tahun kepergian ibunda ku. Dan harapan tadi adalah suatu harapan yang terjadi juga padaku, dan Charles Bonetto sangat beruntung, karena ia bisa menikmati 1 hari yang sangat berharga, dengan ibunya, di saat sang ibu sudah tidak ada lagi di dunia.

Bermula dari kisah Charley Benetto (Chick), yang mengalami kegagalan dan hancur sepeninggal kematian ibunya. Dikisahkan, Chick menjadi senang mabuk, mengalami depresi, hingga dia tidak diikut sertakan dalam acara pernikahan anaknya. Hal tersebut membuatnya hancur, sehingga Chick berniat untuk mengakhiri hidupnya. Hingga dia berniat untuk kembali ke rumah masa kecilnya di Pepperville Beach. Dari sinilah kisah ini bermula.
 
Pertemuan kembali dengan sang ibu, yang sempat membuat Chick merasa heran dan bingung, karena ibunya telah meninggal, tetapi mereka bisa bercakap-cakap, melewati satu hari bersama. Tanpa disadari, Chick diajak oleh sang ibu, untuk melewati 3 perhentian, dimana Chick mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, yang berhubungan dengan kehidupan, keluarga, dan hubungan dengan sesama. Terlebih lagi, Chick lambat laun mengenal sang ibu (yang mungkin sudah terlamabat bagi Chick untuk meminta maaf kepada ibunya, karena selama sang ibu masih hidup, Chick lebih memilih untuk “membela” sang ayah). Ayah dan ibu Chick, telah berpisah saat Chick dan adiknya Roberta masih sangat kecil. Dan Chick selalu merasa kalau ibunya adalah penyebab perpecahan ini. Dia merasa risih dan terganggu, dan mungkin juga merasa malu, karena status ibunya yang sudah janda. 

Dengan menggunakan alur yang cepat, dan merupakan pemaparan gaya campuran, aku dibawa ke masa lalu Chick. Pembaca disuguhkan, bagaimana Chick yang tidak membela sang ibu, bahkan ada satu waktu dia lebih membela sang ayah. Pelajaran-pelajaran berharga banyak sekali di sampaikan oleh ibu Chick, dalam perhentian-perhentian perjalanan mereka. Dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, membuat pembaca (khususnya saya ya), terbawa dalam alur cerita, terhanyut kedalamnya, sehingga bisa lebih mudah menikmati setiap adegan dan juga plot nya.

Banyak petikan-petikan yang bisa membuat kita tersadar, bagaimana perjuangan seorang ibu, dalam memperjuangkan hidup, terlebih untuk anak-anaknya. Ibu Chick yang memilih untuk tidak menikah lagi, lebih memilih untuk mempersembahkan hidup dan kehidupannya, hanya untuk keberhasilan anak-anaknya, rela bekerja apa saja, demi kelangsungan hidupnya dan juga anaknya. 

Membuat aku, seolah tertampar, saat ibu Chick bilang, kalau terkadang anak menganggap diri mereka dalah beban, padahal bagi mereka, orangtua, anak merupakan jawaban sebuah doa (pg. 92). Wiiiiihhhhh…..

Kisah ketika  Chick tidak membela ibunya, saat-saat ketika ibu nya membela Chick. Mungkin bisa direfleksikan ke kehidupan kita saat ini. Sangat tidak seimbang, menyedihkan. Dimana anak-anak terlalu banyak berharap dari satu orang tua, dan memandang yang satu lagi lebih rendah standarnya. (pg.44) .

Saat anak mengecewakan orang tua, sama seperti Chick yang meninggalkan bangku kuliah demi bisbol (lagi-lagi itu merupakan obsesi ayahnya), si ibu hanya bisa bisa berpesan : “kembali menjalani apa yang pernah kautinggalkan, itu lebih sulit daripada yang kau kira.” (page 163) Wiiiiihhhhhh….. *lagi. 

Dan satu quote, yah aku anggap perkataan tersebut adalah quote, yaitu :

“kalau seseorang berada dalam hatimu, mereka tidak pernah benar-benar pergi. Mereka bisa kembali padamu, bahkan pada waktu-waktu yang tak terduga.” (ada di page 178, baris paling bawah)

Ya, dan aku pun sangat setuju itu, sangat setuju.

Dan seperti biasa, buku karangan Mitch Albom, dari beberapa buku yang telah kubaca, sarat dengan pesan-pesan moral, tentang pesan kehidupan. Buku ini bisa membuat pembaca, merefleksikan diri Chick Benetto, ke dalam diri nya, pelan-pelan mengikuti kisahnya. Mungkin banyak dari kita yang mempunyai penilaian yang salah terhadap orangtua. Tetapi, berbahagialah mereka yang masih bisa merasakan kasih seorang ibu, yang masih bisa melewati hari hingga saat ibu kita tua nanti nya, karena waktu tidak dapat kita ulang kembali.Hehehehe, jadi sok menggurui yaahh….  

Setiap kisah pasti memiliki cerita, demikian juga Chick Benetto dan ibunya. Kadang ceritanya sederhana dan kadang keras menghancurkan hati. Tapi dibalik semua ceritamu, terdapat cerita ibumu, karena ceritanya adalah awal dimulainya cerita mu. (page 241)

Dan akhir kata, aku harus kasih 5 bintang untuk For One More Day…. Yeaayyyyy….

Layaakkk booo….

Ringan, menyentuh, sarat dengan pesan kehidupan, cerita nya pun segar, dan tampak seperti nyata.

Selamat menikmati karya Mitch Albom ini temaaannss…. ^^

 

Rabu, 05 Juni 2013

Wishful Wednesday#1

for the first time nih, jadi masih belum tau banyak soal wishful wednesday nya..
sering sih jadi silent reader blog-blog para book lovers, tapi cuman sebatas untuk nyari referensi tentang buku-buku yang recommended untuk dibaca sama resensi masing2 blogger...
hehehehehe... nah untuk kali ini, kepikiran untuk ikutannnn, yippiiieee... sekalian juga mengenal sesama book lovers blogger juga.

Well eniwey, mau banget ikutan wishful wednesday nya.

Cuma koq sepertinya masih banyak banget buku2 di lemari yang belom dibaca yaah. Ni dia penyakit yang gak sembuh2 dari duluuuuu, huhuhuhuhu..

tapi kalo seandainya dikasi buku senang banget deh...

Soal buku yang lagi pengen banget aku baca, judulnya adalah Celebrity Wedding, by aliaZalea.




sekilas sinopsis nya :

Semua bermula dari Inara bosan dengan perlakuan keluarganya yang terlalu protektif, selalu mengatur kehidupannya, sehingga dia ingin menunjukkan pada keluarganya bahwa dia bisa mengambil keputusan sebagai wanita dewasa.

Kemudian ada Revel yang betul-betul terdesak mendapatkan istri untuk menyelamatkan karier musik dan image-nya di mata masyarakat. Bukan dia yang menghamili Luna, kekasihnya, dan tak mau bertanggung jawab. Dia harus menikah dan pilihannya jatuh pada Inara, akuntan publik yang bekerja padanya.

Pernikahan ini akan jadi pernikahan di atas kertas yang menguntungkan mereka berdua. Awalnya semua lancar, sampai Inara dan Revel mendapati bahwa pernikahan ini mulai terasa lebih nyata daripada yang mereka bayangkan. Mampukah keduanya menepati janji masing-masing untuk mengakhiri sandiwara ini ketika kontrak berakhir?




tau judulnya pun secara ga sengaja, dari salah satu teman di twitter, itupun ga kenal loh sebelumnya, tapi iseng-iseng aja tanya. setelah googling, sepertinya ceritanya menarik banget, ringan, dan gampang banget dipahamin (sepertinya yah), sebelumnya juga belum pernah baca buku dari author : aliaZalea, justru itu jadinya penasaran dengan karya beliau, dan pengen banget baca buku ini sebagai pioneer dari buku-buku aliaZalea yang lain, hehehehe.. (ini baru namanya wishful wednesday).
buku-buku yang tema celebrity aku suh pernah baca sebelumnya, cuman karena refernsi dari dia itu, jadi aura nya gimana gituuu...
sempat udah masukkin ke keranjang juga waktu lagi jalan ke gramedia, tapi entah mengapa, buku ini kembali lagi ke raknya U__U


so, kali aja, si perpus kecil mau ngasih secara cuma2 (yihaaa...), ya kali aja rejeki pertama di wishful wednesday yang pertama ini.. \^o^/

dan seperti yang lainnya juga (heheheh, maklum baru ikutan), kali aja ada yang mau ikutan wishful wednesday kayak aku, begini yaahh caranya.

  1. Silakan follow blog books to share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =) 

see ya, 
xoxo

Subscribe to our newsletter

Follow by Email