Pages

Kamis, 27 Juni 2013

Kapan dan dimana enaknya baca buku ?



Hemm,,,,

Sekilas kemaren mengintip rak buku, dan wooww, hasilnyaaa …
Itu buku banyak banget yang belum dibaca, bahkan ada yang cuman dibuka aja segelnya, dan ada juga paket buku yang masih rapi di segelnya.

Walaupun situasinya kayak gitu, tapi koq yaa naluri untuk membeli buku baru, masih aja belum berkurang. Semisal, lagi mampir ke Gramedia, niatnya ya cuman cuci mata aja, tapi ga taunya , ada aja buku yang minta ikut dibawa pulang. Alhasil, tumpukan buku pun tambah menggunung… Hiksss…

Biasanya kalau mau beli buku, aku pasti bilang dulu, entah ke teman, adik, bahkan pak suami. Kebanyakan dari mereka sih bilang, habisin dulu buku yang udah ada. Heheheh, tapi, aku sendiri ga tega sodara-sodara, melihat cover-cover buku yang menarik perhatianku, cuman bisa aku lihat dari jauh aja, maksutnya ga bisa pegang dan ga bisa punya. Dan rasanya tuh, saat tuh buku udha jadi milik, rasanya tuuhh, gimana yaa, senang tak terkiraaa….

Bad habit memang. Yaaaa…dan saya pun menyadarinya.

Sambil tetap berjanji dalam hati, semua buku itu pasti habis kubaca, walaupun dalam waktu yang entah berapa lama, bisa seminggu (kayaknya ga mungkin deh), sebulan (ini juga kayaknya ga mungkin), setahun (ini bisa jadi, kemungkinan yaa..)

Nah, setelah berintro-intro ria, sesuai dengan janji saya, akan menghabiskan setiap buku yang sudah saya punya, maka kayaknya perlu diatur trik-trik dan strategi jitu, supaya bisa sesuai rencana.
Kapan waktu yang tepat untuk membaca ? Dimana tempat yang tepat untuk membaca ?
Heeeemm, kalau menurut saya, membaca bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tergantung dari niat pelakunya… (looh, jadi mirip bang napi…)

Mari kita kupas satu persatu :

Berhubung aku adalah seorang wanita pekerja dan waktu yang ada lebih banyak dihabiskan di tempat kerja, maka kemungkinan terbesar adalah bisa dilakukan di tempat kerja. Tapi ga enaknya, aku ga punya ruang khusus, ruang pribadi, dimana aku bisa asik membaca (ya kan ga enak juga, kalau yang lain sibuk bekerja, sementara saya sibuk membaca).  Jadi, di sini diperlukan waktu khusus dan tempat khusus juga. Bisa dilakukukan di meja kerja, hehehe, kalau ini emang murni colongan waktu, ya ambil aja 30 menit, itung-itung kan bisa hilangin kepenatan saat kerja. Tapi ga nanggung yaa, kalau-kalau ceritanya tuh seru dan bikin kita penasaran, sampai lupa waktu. Yang ada malah jadi baca buku, bukannya kerja, hihihihi…

Dan bisa juga dilakukan di toilet wanita tempat saya bekerja, hihihihii… Sungguhan loh, ini seriius. Aku ini termasuk orang yang menikmati buku saat sedang melakukan ritual baca. Tempatnya kering, ga becek, ga bau juga, bersih, nyaman, bahkan kalau mau tiduran di toilet ini pun bisa, ga ada yang larang, tapi ya ga nanggung juga ya, kalau ada yang udah ga tahan atau yang sebelah sedang khusuk menjalankan ritualnya. Tips nya, bisa bawa handphone, atau mp3, atau ipod, sama earphone jangan lupa, biar tambah asik lagi bacanya. Oiya, kalau perlu, minyak angin, ya untuk jaga-jaga aja, barangkali ada bau-bauan yang kurang sedap. Lihat waktu dan kondisi juga yaa, kalau keadaan ramai, saran aku sih, cari waktu yang lain. Kira-kira waktu yang diperlukan untuk membaca di toilet kantor adalah sekitar 30 menit. Boleh lebih, boleh juga kurang. Lumayan toohh untuk ukuran wanita bekerja, khususnya saya. 
kira-kira seperti ini, hehehehe...

 
(Source http://www.last.fm/group)


Waktu dan tempat yang sangat memungkinkan lagi adalah di rumah sendiri, pada malam hari, saat semua pekerjaan harian sudah beres. Nah, kalau ini bisa lebih panjang lagi waktunya. Cuman kendalanya adalah, kadang tidak bisa konsentrasi juga, karena ada suara tv (pak suami sangat senang menonton) dan kendala utama adalah gadget. Hehehehe, biasanya buku kalah sama gadget yang ada. Sambil rebahan bisa main gadget, ga bakal ngantuk, tapi kalau sambil rebahan sambil baca , tantangannya adalah cepat ngantuk. Hehehehehe, maaf ya buku.

Saat weekend adalah waktu yang sangat panjang untuk membaca. Tapi sama seperti di atas, kendalanya lebih banyak lagi. Selain tv, gadget, dan rebahan tadi, kendala lainnya adalah jalan-jalan, biasa nge-moll atau melakukan kunjungan keluarga (maklum saya udah berkeluarga). Jadi kemungkinan panjang nya pun menjadi sama pendeknya dengan waktu dan tempat yang sudah dipertegas sebelumnya.
Ada lagi waktu yang belum di sebut. Di dalam perjalanan sebenarnya juga bisa dilakukan, karena banyak juga yang bisa membaca pada saat dalam perjalan. Tapi untuk saya pribadi, saya ga bisa menikmati buku saat berada dalam kendaraan. Alasannya adalah pusing, entah kenapa, kalau dalam perjalanan itu, pandangan harus lurus ke depan, bukan ke bawah, bukan ke buku. Alasan kedua, yaitu, sayaa ikut pak suami naik motor, jadi ya terang aja ga bisa baca buku, kalau sedang ada di motor. Sekali lagi, buku-buku ku, kamu kalah oleh kendaraan dan perjalanan.

Harapan ku, inigin sekali punya waktu dan ruang yang lebih banyak lagi bersama buku. Isitlah kerennya mungkin addicted to books. Begitulah. Entah mengapa, dulu saya punya banyak sekali waktu dan ruang bersama buku, tapi makin kesini, seiring bertambahnya usia, dan juga kecanggihan teknologi, waktu dan ruang itu pun semakin sempit.  

mau banget punya pojokan kayak gini di rumah (source ; pinterest)


Semangat terus ya buku ku. Uuppss salah. Harusnya aku yang harus terus semangat.

Kita akan lihat, bagaimana perkembangan hubungan ku dengan buku. Semoga semakin baik di kemudian hari…. Amin.



Salam dari buku-buku di lemari, 

xoxo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Subscribe to our newsletter

Follow by Email